Senin, 24 Juni 2019

Work Interview


Sabtu, 30 Maret 2019

Travelling


Today more people are travelling than ever before. Why is the case?, What are the benefits of travelling for traveler?

Answer :

Why is the case?
                First, because now the technology is very like “Into the future”, everything you’ve wanted like transaction, communication, news, transportation, food, etc. Like when me and my friends went to Dieng and none of us knew what recreations that available during that time so we decided to Google it and we found websites to lead us to the places that we wanted for example, tripadvisor.com, etc. Second, the access to transportation is so easy because the government ease up the access to all recreation places and a person always offering you to use their transportations and we can pay them later when we’re done. Third, the price of all recreations is quite affordable for most people, even some travelling company gives some discount in certain circumstances, yeah some of place are expensive but why go to that place when you can go to the affordable one. Four, the social media is somehow among the reasons why people want to go travel to exotic places like mountain, lake, river, zoo, and so on.  Because the social media has this concept like “Followers” the more you post about things that awesome the more Followers you can get and after that you can become a celeb in that platform, or you can show off your skill of photograph or story to other people about your experience so that they  can go to place that you’ve been before without searching all information about the place.

What the benefits of travelling for traveler?

1.       Reduces the anxiety of working, studying, relationship problem(relationshit), toxic people, sort of things that make you want to get out and inhale some fresh air.
2.       We can learn things that we don’t see or know before, because every place has their own flaws and characteristic to please travelers.
3.       We can go with family, girlfriend/boyfriend, best friends, friends, ex-girlfriend/ex-boyfriend, friend with benefits, all types of friend, even with our enemy as well.
4.       We can show off to our “Followers’ in social media like Instagram, Twitter, Snapchat, etc. Because some people want to make other people jealous.
5.       For photograph purposes.
6.       Learn a thing or two about the culture about the place we visits, respect them.
7.       Learn about how life works in different area.
8.       Having some good times

Jumat, 19 Oktober 2018

ANALISIS RESIKO


    A.      PENGERTIAN ANALISIS RESIKO
RISIKO ( RISK) adalah bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi di masa depan dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat ini.
Analisis Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut.
Manajemen Risiko adalah usaha yang secara rasional ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerugian dari
risiko yang dihadapi.

    B.      JENIS – JENIS RESIKO
a.       SPECULATIVE RISK
Speculative Risk adalah dua kemungkinan yaitu kemungkinan yang menguntungkan atau kemungkinan yang merugikan. Contoh :  Judi, Pembelian saham, pembelian valas.
b.      PURE RISK
Pure Risk adalah yang hanya mengansung satu kemungkinan, yaitu kemungkinan rugi saja. Contoh : Bencana Alam, Resesi Ekonomi.

    C.      JENIS-JENIS RESIKO, TINGKATAN DAN CARA MENANGGULANGI RESIKO
MENURUT SIFATNYA DIBEDAKAN DALAM:
·         RESIKO MURNI, yaitu resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa disengaja.
·         RESIKO SPECULATIF, yaitu resiko yng sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertantu.
·         RESIKO FUNDAMENTAL, yaitu resiko yang penyebabnya tidak bisa dilimpahkan kepada seseorang dan menderita cukup banyak.
·         RESIKO KHUSUS, yaitu resiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya.
·         RESIKO DINAMIS, yaitu resiko yang timbul karen perkembangan dan kemajuan masyarakat dibidang ekonomi, ilmu pengetahuan,teknologi.
MENURUT DAPAT TIDAKNYA RESIKO DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN(DIASURANSIKAN) :
·         RESIKO YANG DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK LAIN, dengan mempertanggungkan suatu obyek yang akan terkena resiko pada perusahaan asuransi.
·         RESIKO YANG TIDAK DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK LAIN, misal barang-barang purbakala, barang bersejarah.
MENURUT SUMBER/PENYEBAB TIMBULNYA :
·         RESIKO INTERN, yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, contoh:keusakan aktiva karena kesalahan karyawan itu sendiri (kecelakaan kerja)
·         RESIKO EKSTERN, yaitu resiko yang berasal dari luar perusahaan itu, misal: pencurian, persaingan bisnis, fluktuasi harga dsb.

D.      RESIKO JANGKA PENDEK
Risiko yang bersifat jangka pendek ( short term risk ) adalah risiko yang disebabkan karena ketidakmampuan suatu perusahaan memnuhi dan menyelesaikan kewajibannya yang bersifat jangka pendek terutama kewajiban likuiditas
JENIS-JENIS PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK
1.       PENDANAAN SPONTAN (SPONTANEOUS FINANCING) adalah jenis pendanaan yang berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari penjualan perusahaan) atau merupakan jenis pendanaan yang diperoleh dari operasi normal perusahaan dengan dua sumber pembiayaan meliputi hutang dagang (account payable) dan kewajiban yang masih harus dibayar (accruals hutang akibat jasa yang diterima yang pembayarannya belum dilakukan). contoh : utang dagang (account payable) dan utang akrual (account accruals). account payable dan accruals merupakan unsecured short-term financing, yaitu sumber pembiayaan jangka pendek yang diperoleh tanpa menjaminkan aktiva tertentu sebagai agunan.
2.       PENDANAAN TIDAK SPONTAN (NON SPONTANEOUS FINANCING) adalah jenis pendanaan yang tidak berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. contoh : utang yang diperoleh dari bank. jenis pendanaan ini memiliki karakter bahwa untuk memperoleh, menambah maupun mengurangi dana, perusahaan membutuhkan waktu untuk negoisasi atau perundingan secara formal. beberapa bentuk sumber dana tidak spontan

    E.       RESIKO JANGKA PANJANG
      Ketidakmampuan perusahaan menyelesaikan berbagai kewajibannya yang bersifat jangka           panjang, seperti kegagalan untuk menyelesaikan utang perusahaan yang bersifat jangka panjang dan   juga kemampuan untuk menyelesaikan proyek hingga tuntas.

JENIS RESIKO JANGKA PANJANG
1.       Pinjaman berjangka adalah suatu pinjaman yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun)
2.       Obligasi Perusahaan ( merupakan instrument hutang yang menyatakan bahwa perusahaan meminjam uang dari suatu lembaga atau perorangan dan berjanji akan membayar kembali di masa yang akan datang dengan atran-aturan yang jelas)

Sabtu, 13 Januari 2018

Tugas Softskill Smart System

Jurnal 1 : Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
RESUME
Era globalisasi seperti saat ini menuntut kita semua untuk berproses lebih cepat, begitu pula dengan absensi kelas.
Absensi kelas yang masih menggunakan tanda tangan secara konvensional dinilai kurang efektif untuk menunjang pembelajaran di institusi selevel Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mahasiswa kerap mengelabuhi presensi dengan cara menitipkan tanda tangan kepada teman satu kelasnya, presensi yang ada di absen konvesional tersebut kerap tidak valid.
Fasilitas recording dan Tracking presensi mahasiswa ini akan diwadahi dalam sebuah web-based application. Dimana admin dari aplikasi ini adalah Tata Usaha (TU) JSI. Admin akan secara berkali (sehari sekali) mengupdate database presensi dari database internal ke dalam website JSI. Sehingga presensi tiap kelas dapat dilihat online.
Dengan menggunakan aplikasi presensi fingerprint tersebut akan sangat membantu sistem absensi kelas di JSI untuk realtime, meningkatkan validitas dan meminimalisir kecurangan – kecurangan yang kerap terjadi, dan dapat diamati secara online.
 Absensi Fingerprints
Absensi berbasis fingerprints merupakan suatu metode yang sangat efektif untuk memonitoring tingkat kehadiran di tempat kuliah. Dengan menggunakan absensi berbasis fingerprints seorang mahasiswa tidak bisa menitip absensi lagi kepada teman sekelasnya, sangat efektif untuk mengurangi kecurangan absensi yang sering terjadi di tempat kuliah.

Device yang digunakan untuk fingerprints scanning adalah VF-30.Sebuah mesin fingerprints scanner dengan spesifikasi sebagai berikut:
·        BioNano inti aloritma platrform dengan kinerja dan kehandalan tinggi

·        Versi algoritma 2010 terbaru dengan kinerja baik pada sidik jari basah dan kering, indentikasi dari sudut yang berbeda
·        Keypad backlight putih dengan 10 tombol angka dan 7 tombol fungsi
·        Standart fingerprint reader, RFID/Mifare/HID card reader
·        Mini USB, RS485, dan TCP/IP untuk koneksi jaringan
·        Metode Identifikasi: Sidik jari, Kartu, Password
·        VF30: standar 1.000 sidik jari dan 32000 records Dengan spesifikasi yang telah disebutkan di atas maka
device tersebut akan mampu beroperasi di JSI ITS dengan maksimal.

Web-Based Application
Web-Based Application adalah aplikasi yang diakses oleh pengguna melalui jaringan seperti internet atau intranet. Istilah ini juga dapat berarti aplikasi perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung seperti JavaScript, dikombinasikan dengan bahasa browser seperti HTML dan bergantung pada web browser umum untuk membuat aplikasi dapat dieksekusi.

CodeIgniter adalah sebuah web application framework yang bersifat open source dan digunakan untuk membangun aplikasi PHP dinamis. Tujuan utama pengembangan framework tersebut adalah membantu developer dalam mengerjakan aplikasi secara lebih cepat dibandingkan menuliskan semua kode program dari awal. CodeIgniter menggunakan lingkungan pengembangan dengan metode Model View Controller (MVC) yang membedakan antara logika dan tampilan. Model merepresantiskan struktur data dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam bentuk file teks atau file xml.

1. View
Merupakan informasi yang ditampilkan kepada pengguna. Didalam View tidak berisi logika-logika kode dan pemrosesan data akan tetapi hanyaberisi variabel-variabel data yang siap ditampilkan.

2. Controller
Controller merupakan penghubung antara Model dan View. DidalamController ini terdapat class dan fungsi-fungsi yang memprosespermintaan dari View kedalam struktur data didalam Model.

ANALISA DAN DESAIN SISTEM
A. Rancang Umum Sistem
MONIKUL mengelolah semua data absensi JSI, dimana semua civitas yang tergabung di dalamnya dapat melihat dan merekap absensinya. Civitas yang dimaksud adalah user yang tidak lain adalah Dosen, Mahasiswa, dan Admin. User tersebut memiliki previlage berbeda tergantung jabatan user tersebut.

B.  Proses Penghitungan
Proses penghitungan absensi dilakukan berdasarkan matakuliah, kelas matakuliah, dan jadwal kuliah Setiap user yang melakukan absensi fingerprint pada kelas – kelas akan terekam, namun dengan pengecualian-pengecualian yang dilakukan maka hanya user dengan matakuliah, kelas matakuliah, ruangan, jadwal, dan dosen yang tepat yang akan disimpan sebagai hadir. Diluar itu tidak akan ditampilkan karena salah kelas, matakuliah, jadwal, atau dosen. User yang ketidakhadirannya lebih dari yang telah sistem tentukan akan keluar pada halaman kehadiran kurang.

C.  Usecase
Usecase diagram pada aplikasi ini memiliki fungsi untuk menjelaskan interaksi antar aktor dan sistem untuk mencapai tujuan, aktor yang dimaksud dapat berupa user atau sistem.

Package Usecase Admin
Admin adalah user yang mengelolah aplikasi ini, dalam hal ini orang tersebut adalah bagian TU JSI pengelolah absensi. User ini memiliki prioritas tertinggi sehingga user ini juga memiliki hak akses untuk semua fitur pada aplikasi ini. Hak akses tersebut antara lain:
·        Melihat rekap absensi semua matakuliah
·        Mengubah profil user Dosen dan Mahasiswa
·        Mengubah jadwal dosen dan mahasiswa
·        Mengubah kelas dosen dan mahasiswa
·        Mengubah matakuliah yang diampu/diambil dosen dan mahasiswa

Isi dari package usecase tersebut adalah usecase untuk admin.

Package Usecase Dosen
Dosen adalah middle user dalam aplikasi ini yang hanya memiliki akses untuk privilege dosen, antara lain:
·        Melihat rekap absesnsi untuk matakuliah yang sedang diampu
·        Mengubah profil dosen
·        Mengubah matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·        Mengubah jadwal untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·        Mengubah kelas untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
Selain itu dosen juga memiliki hak untuk meminta admin melakukan hal – hal di atas bila dosen yang bersangkutan tidak bisa melakukan hal tersebut.

Package Usecase Mahasiswa
Mahasiswa adalah middle user dalam aplikasi ini, sama seperti dosen, mahasiswa juga memiliki limited privilege, antara lain:
·        Mengubah profil mahasiswa
·        Mengambil/drop matakuliah yang sedang diambil
·        Melihat rekap absensi untuk matakuliah yang sedang diambil

Selain itu mahasiswa juga dapat meminta admin untuk melakukan hal – hal di atas apabila mahasiswa yang bersangkutan berhalang melakukannya.

D.  Robustness Diagram
Robustness diagram adalah penjabaran dari usecase, yang bertujuan untuk mendetailkan proses dari tiap usecase. Robustness diagram akan dibuat berdasarkan usecase yang ada.
E.  Sequence Diagram
Sequence diagram adalah step by step dari sistem terhadap sebuah usecase. Dapat disebut sebagai penjabaran sistem dari usecase. Sequence diagram akan menjelaskan tentang proses yang terjadi dalam sistem. Pembuatan sequence diagram dijabarkan berdasarkan usecase yang ada.
F.  Class Diagram
Pada bagian ini akan dijelaskan tentang atribut beserta fungsi dan method yang digunakan dalam mengembangkan sistem.

IMPLENTASI DAN UJI COBA
A. Implementasi
Pada tahapan implementasi dan uji coba ini, dibutuhkan beberapa komponen pendukung seperti perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras berperan dalam menciptakan lingkungan operasi dari sistem yang dibangun. Perangkat lunak berperan dalam menyusun aplikasi tersebut
B.  Uji Coba
Setelah melakukan uji coba fungsional didapatkan rincian apakah fitur-fitur aplikasi telah berjalan dengan baik.





Jurnal 2 : Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometrik
RESUME
Identifikasi iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal dan lebih stabil karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Beberapa kekurangan metode ini ialah pada pengguna kacamata, lensa kontak, atau cadar,serta peminum alkohol.
A.   STRUKTUR HISTOLOGIK IRIS
Iris berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bagian posterior bola mata melalui pupil. Pada rangsangan cahaya terang, serat saraf parasimpatis merangsang otot polos sirkular  (mconstrictor pupillae) untuk berkontraksi dan menyempitkan ukuran pupil (konstriksi). Pada cahaya redup, serat saraf simpatis merangsang otot polos radial (m. dilatator pupillae) untuk berkontraksi dan memperbesar ukuran pupil (dilatasi). Respons-respons ini bersifat refleks viseral.
B.   IDENTIFIKASI BIOMETRIK
Identifikasi biometrik adalah metode pengukuran objektif atas karakteristik fisik tertentu dari seseorang. Data biometrik dari sekelompok orang bila disimpan dalam sebuah bank data, dapat digunakan untuk verifikasi identitas orang dalam kelompok tersebut. Metode identifikasi biometrik yang telah banyak digunakan yaitu sidik jari, pengenalan wajah dan identifikasi iris. Negara tertentu seperti Amerika serikat, RRC, India, dan Indonesia, telah menerapkan penggunaan identifikasi biometrik dalam pembuatan identitas resmi warga negara maupun wisatawan yang akan masuk ke negaranya.
Mekanisme penggunaan sistem biometrik dapat digambarkan dengan beberapa fase, yaitu :
Fase Pertama yaitu fase pemasukan data (enrollment). Pada fase ini masukan akan di pindai oleh sensor biometrik, yang mengambil data digital karakteristik anggota tubuh seseorang.
Fase selanjutnya adalah fase pencocokan; dalam fase ini sekelompok data pembanding yang telah dimasukkan sebelumnya akan dicocokkan dengan identifikasi data yang dimasukkan pada fase pertama.
Pada pencatatan data digital dimungkinkan adanya reduksi, sehingga dihasilkan data digital yang bebas dari data yang menyebabkan kesalahan identifikasi. Hasil ini akan diproses dengan ekstraktor ciri untuk menghasilkan suatu representasi individual yang ekspresif dalam bentuk template, yang dapat disimpan dalam database di sistem biometrik atau dapat direkam pada berbagai media seperti kartu magnetik, chip, atau media penyimpan lain sesuai maksud penggunaannya. Pada fase pengenalan, bagian tubuh individu dibaca oleh pembaca biometrik dan dikonversi dalam bentuk digital, untuk diproses sebagai template. Selanjutnya, template ini dicocokkan dengan identifikasi individu yang disim-pan dalam database, kartu magnetik, chip, atau media penyimpan lain.
C.   IDENTIFIKASI IRIS
Identifikasi iris (iris recognition) adalah metode identifikasi biometrik yang menggunakan pengenalan pola matematis data video dari iris mata seseorang.
Identifikasi iris dimulai dengan melokalisasi batas luar dan dalam dari iris (pupil and limbus) pada data gambar sebuah mata. Selanjutnya, program algoritma mendeteksi dan melakukan eksklusi kelopak mata, bulu mata, dan refleksi spektrum cahaya. Data gambar mata yang sekarang hanya berisi data gambar iris dinormalisasi untuk mengompensasi dilatasi atau konstriksi pupil, kemudian dianalisis dengan mengambil data berupa informasi pola iris untuk dapat dibandigkan dengan pola pembanding. Pada algoritma Daugman, sebagian besar informasi amplitudo dihilangkan; hal ini dimaksudkan agar pola iris tidak dipengaruhi oleh perubahan pada pencahayaan atau kontras kamera.
Identifikasi atau verifikasi identitas seseorang dilakukan dengan mencocokkan pola iris yang diperoleh dengan data pola iris yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam database. Data yang diperoleh dianalisis dengan komputer menggunakan metode bayesian untuk meningkatkan akurasinya.
1       Kelebihan identifikasi iris
Metode identifikasi iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Berbeda dengan sidik jari yang akan sulit dicocokkan bila kulit jari mengalami kerusakan, iris umumnya stabil dan datar. Konfigurasi geometrik iris dikontrol oleh otot sfingter pupil dan dilator pupil. Sedikitnya otot yang mampu menimbulkan perubahan menyebabkan iris lebih stabil dibanding metode identifikasi biometrik lain seperti metode pengenalan wajah.
Metode identifikasi iris mengambil data gambar iris dari jarak 10 cm hingga beberapa meter, tergantung ketelitian alat pengambil gambar. Cara ini mengurangi kontak dan penularan penyakit akibat penggunaan alat, atau terjadinya penolakan pada budaya tertentu akibat terjadinya kontak langsung atau jarak individu yang diperiksa amat dekat dengan pemeriksa. Walau beberapa prosedur operasi dapat merubah warna dan bentuk keseluruhan iris, namun pola halus pada iris tetap stabil hingga beberapa dekade.
2       Kekurangan identifikasi iris
Kebanyakan teknologi biometrik mengalami kesulitan membedakan apakah data biometrik yang diperolehnya berasal dari jaringan hidup. Identifikasi biometrik baru dianggap terpercaya bila dapat dibuktikan bahwa data yang diperoleh merupakan data yang berasal dari bagian tubuh yang hidup, dan bukan dari cetakan atau gambar yang sengaja dibuat. 
Pada identifikasi iris kekurangan di atas dapat diatasi dengan melakukan analisis spektrum warna untuk membedakan apakah data berasal dari jaringan iris atau bahan lain. Beberapa alat dibuat dengan menggunakan penyaring berupa pergerakan bola mata untuk menghindarkan digunakannya gambar mata untuk menggantikan mata orang yang akan diidentifikasi.
Identifikasi iris dapat mengalami kesalahan atau menurun ketepatannya, khususnya pada keadaan sebagai berikut, yaitu: penggunaan kacamata yang memantulkan cahaya atau menghalangi pengambilan gambar bola mata; lensa kontak untuk kepentingan kosmetik atau yang berpola; dan penggunaan cadar atau penutup wajah yang menutupi daerah mata. Oleh karena itu, sebelum identifikasi iris penggunaan hal tersebut di atas harus dipastikan untuk dilepas sementara waktu.                                              







Jurnal 3 : Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Model (HMM)
RESUME
Aplikasi pengenalan wajah pada citra digital dengan metode Hidden Markov Models dengan menggunakan database Pain Ekspression Subset sebagai input data untuk diolah oleh program face recognition, dikarenakan mampu memodelkan data 2 dimensi seperti citra dengan biak, serta mendapatkan hasil yang lebih teliti.
Hidden Markov model merupakan pemodelan probabilitas suatu sistem dengan mencari parameter-parametermarkov yang tidak diketahui untuk memperoleh analisis sistem tersebut. Metode Hidden Markov Model (HMM) mampu menangani perubahan statistik dari gambar, dengan memodelkan eleman- eleman menggunakan probabilitas. Salah satu aplikasinya adalah pada image processing, HMM memiliki tiga parameter utama yang harus dicari nilainya terlebih dahulu.
Wajah diproses dengan cara scan secara vertical dari atas ke bawah. Prinsip kerja sistem secara keseluruhan adalah pengenalan beberapagambar wajah yang unik dengan berbagai
Ekspresi yang berfungsi sebagai input dengan gambar wajah yang di simpan dalam database dengan metode training Hidden Markov Model (HMM).
Sistem pengenalan wajah (face recognition) membandingkan percobaan
Pengenalan sesuai dengan codebook (32, 64,128, 256) dan iterasi (5, 10) dan di dapat hasil sebagai berikut :
Dengan perbandingan akurasi metode lain



Kesimpulan
Ø Perbandingan
          Dari ketiga jurnal diatas dapat diketahui bahwa ketiga jurnal memiliki pembahasan yang memiliki kesamaan dalam cara, kegunaan dll, yaitu mengidentifikasi identitas seseorang menggunakan Biometrik (sidik jari, mata(iris scanner), wajah) seseorang. Karena setiap orang pasti memiliki perbedaan pada biometriknya maka dari itu biometrik ini dapat juga di gunakan dalam mengidentifikasi identitas, pengamanan data, dll. Pembacaan biometrik ini sangat presisi maka dari itu sangat sulit untuk di tembus keamaannya dan cara menggunakan nya juga cepat.
          Disini saya menekankan pada penggunaan pengamanan data, dimana sekarang dapat mudah ditemukan yaitu contoh nya smartphone jaman sekarang yang sudah menggunakan ‘fingerprint(scan sidik jari)’,’iris scanner(scan mata)’,bahkan ‘face recognation’(scan wajah). Dalam ketiga metode pengamanan data, semua metode memiliki pertahanan dalam pembobolan data yang sulit di bobol oleh hacker karena penduplikasian sangat sulit dilalukan. Karena itu pengamanan menggunakan biometrik ini sangat populer karena ketahanannya dalam pembobolan data.
          Jaman sekarang metode ini juga digunakan untuk absensi dalam sebuah kantor, kampus atau sekolah karena kepresisisan dan kecepatan dalam mengidentifikasi identitas seseorang. Sehingga kita tidak perlu lagi menandatangan di kertas yang sangat membuang waktu dan tenaga.
          Dari ketiga metode pembaca biometrik diatas menurut kami metode yang paling baik adalah Fingerprint karena :
-         Alatnya paling murah.
-         Pengelolaan data lebih mudah.
-         Cepat kemampuan membaca datanya .
-         Sudah banyak orang yang familiar dengan fingerprint.
Namun tentunya memiliki kelemahan yaitu :
-         Mudah diduplikasi.
-         Tidak bisa diubah data sidik jari anda jika sudah diretas maka hacker dapat menggunakannya kapan saja.
-         Sensor tidak mengeli jika jadi anda basah, luka.

Ø Metode yang paling banyak digunakan
     Dari ketiga metode pembaca biometri yang paling banyak digunakan tentu saja Fingerprint, alasannya sama seperti yang kami bahas di perbandingan yaitu :
-         Alatnya paling murah.
-         Pengelolaan data lebih mudah.
-         Cepat kemampuan membaca datanya .
-         Sudah banyak orang yang familiar dengan fingerprint.


Daftar pustaka

Muhammad, Noval Aditya. dkk. 2013. Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya). Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Kristianto, Erwin G. dkk. Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometri. Menado: Universitas Sam Ratulangi.
Sudiana, Dodi. dkk. Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Mode (HMM). Depok: Universitas Indonesia.


Sabtu, 25 November 2017

Lampu Pintar untuk Penerangan Jalan Ibu Kota

Lampu Pintar untuk Penerangan Jalan Ibu Kota




Video diatas adalah salah satu contoh dari sekian banyak penggunaan Smart System dalam kehidupan saat ini, yaitu JSC (Jakarta Smart City) Smart System PJU, dimana system ini adalah untuk mengontrol seluruh lampu jalan pintar yang ada di Jakarta melalui suatu satu server dan dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone. Dari mulai menyalahkan lampu ketika hari mulai gelap, mematikan nya ketika matahari sudah mulai terang hingga mengatur tingkat kecerahan lampunya. Tidak hanya sampai disitu, lampu ini bahkan dibekali kemampuan mandiri untuk menyalah dan mematikan dirinya sendiri.

Lampu jalan ini berbasiskan lampu LED. LED smart system dipilih sebagai pengganti lampu-lampu penerangan jalan yang lama karena selain memiliki penerangan lebih baik, biaya operasionalnya juga murah. Jenis lampu ini lebih hemat energi dan diklaim tahan selama 50 ribu jam atau 12 tahun. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, LED ini dilengkapi sistem communication gateway yang terkoneksi dengan aplikasi smartphone untuk memonitor kondisi lampu secara real time. Lampu yang bermasalah dapat segera terdeteksi, sehingga mempercepat penanganan oleh petugas.


Jenis lampu ini akan menggantikan semua lampu jalan di Jakarta. Tidak hanya jalan-jalan utama, jalan penghubung atau lingkungan, tetapi jalan di gang dan lorong permukiman warga juga akan diterangi oleh LED smart system ini. Penggunaan lampu disesuaikan dengan kondisi jalan, misalnya untuk jalan utama menggunakan LED dengan daya listrik 200 watt, 120 watt untuk jalan penghubung, jalan lingkungan 90 watt dan 40 watt untuk di gang. Tempat yang belum akan difasilitasi dengan LED smart system adalah lokasi pembangunan proyek seperti MRT. Pemasangan lampu akan dilakukan jika proyek selesai.

Selasa, 18 April 2017

BAB 5 Layanan Operasi

LAYANAN OPERASI

PENGANTAR

Operasi pelayanan adalah fase siklus hidup manajemen layanan IT yang bertanggung jawab untuk ‘bisnis seperti biasa’ kegiatan. Jika layanan tidak dimanfaatkan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, mereka tidak akan memberikan nilai penuh mereka, terlepas dari seberapa baik dirancang mereka mungkin. Hal ini operasi layanan yang bertanggung jawab untuk memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan.

Operasi layanan di mana nilai yang telah dimodelkan dalam strategi pelayanan dan dikonfirmasi melalui desain layanan dan layanan transisi sebenarnya disampaikan. Tanpa menjalankan layanan operasi seperti yang memanfaatkan proses yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan manajemen layanan. Produksi metrik bermakna dengan operasi layanan akan membentuk dasar dan titik awal untuk kegiatan peningkatan pelayanan.

MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan dari operasi layanan untuk mengatur dan melakukan kegiatan dan proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis pada tingkat yang disepakati layanan.Selain itu, operasi layanan bertanggung jawab untuk manajemen berkelanjutan dariteknologi (infrastruktur dan aplikasi) yang digunakan untuk menyampaikan dan dukungan layanan.

Operasi layanan adalah tindakan keseimbangan. Ini bukan hanya soal melaksanakan proses pada sehari-hari. Ada dinamis ‘debat’ yang terjadi pada empat tingkat. Ini dikenal sebagai ‘empat saldo operasi layanan’:



1.     Pandangan IT Internal Lawan Pandangan Bisnis Eksternal
Bisnis eksternal pandangan IT akan berhubungan dengan layanan yang diberikan kepada pengguna dan pelanggan sementara,internal di dalam IT, layanan tersebut akan dipandang sebagai sejumlah komponen.

Jika sebuah organisasi terlalu terfokus pada eksternal, ada risiko bahwa perjanjian akan dibuat dengan bisnis yang tidak dapat benar-benar disampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian konstituen internal yang perlu beroperasi. Sebaliknya, sebuah organisasi yang difokuskan pada internal cenderung berjuang untuk memahami dan memberikan kebutuhan bisnis.

2.     Stabilitas Terhadap Daya Tanggap
Perubahan sering penyebab insiden dan hilangnya ketersediaan, sehingga mungkin tergoda untuk membatasi jumlah perubahan dalam rangka untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu diperlukan untuk menjaga layanan up to date dan untuk mengadopsi untuk berkembang bisnis kebutuhan. Keseimbangan adalah antara bisa cepat merespon perubahan dan berfokus pada stabilitas infrastruktur.

3.     Kualitas Layanan Versus Biaya Pelayanan
Akan selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan TI sekaligus mengontrol biaya. Tekanan anggaran yang intens dapat menyebabkan menurunnya tingkat layanan dengan lebih kegagalan dan kurang dukungan. Di sisi lain, organisasi tidak seimbang di ‘sisi lain’ mungkin membayar terlalu banyak untuk layanan mereka. Kuncinya adalah memiliki dialog yang bermakna atas biaya memastikan bahwa bisnis sepenuhnya mengerti apa yang akan dan tidak mendapatkan untuk jumlah uang tertentudan apa yang akan Anda dapatkan jika itu menghabiskan sedikit kurang atau sedikit lebih.

4.     Reaktif Terhadap Proaktif
Sebuah organisasi sangat proaktif akan selalu menjadi memprediksi mana hal-hal yang bisa salah dan mengambil tindakan untuk mengurangi atau mencegah situasi. Diambil yang ekstrim, organisasi tersebut dapat lebih memantau dan menerapkan perubahan yang tidak perlu. Sebaliknya, organisasi yang murnireaktif menghabiskan sebagian besar waktu mereka ‘pemadam kebakaran’ dan berurusan dengan situasi seperti mereka muncul, dan mereka perlu bergerak lebih ke ‘api pencegahan’ pendekatan memprediksi dan menghindari insiden dan masalah.


NILAI LAYANAN OPERASI

Masing-masing tahapan siklus hidup layanan ITIL menambah dan memberikan nilai kepada bisnis. operasi layanan ini dilakukan dengan melaksanakan proses dan menjalankan jasa sebagaimana dimaksud oleh strategi pelayanan, desain layanan dan layanan transisi tahapan siklus hidup. Operasi layanan adalah wajah yang terlihat organisasi TI dan ‘terdekat’ kepada pengguna dan pelanggan. Pengiriman yang efektif dan efisien layanan adalah apa yang diharapkan dari operasi layanan.

KEGIATAN KUNCI DAN FUNGSI

Proses yang dilakukan oleh operasi layanan adalah:
·        Manajemen Acara
Proses yang bertanggung jawab untuk pemantauan semua peristiwa di seluruh infrastruktur TI dan aplikasi untuk memastikan yang normal operasi.

·        Manajemen Insiden
Proses untuk menangani semua insiden. Mungkin insiden di mana layanan sedang terganggu atau di mana layanan belum terganggu.

·        Permintaan Pemenuhan
Proses yang melakukan permintaan layanan dari pengguna. Permintaan pemenuhan mencakup permintaan perubahan standar, permintaan informasi dan keluhan.

·        Masalah Manajemen
Proses ini bertanggung jawab untuk pengelolaan semua masalah dalam infrastruktur TI. Proses ini meliputi analisis akar penyebab dan resolusi masalah. Sisa-sisa masalah manajemen bertanggung jawab sampai resolusi dilaksanakan melalui proses manajemen perubahan dan manajemen rilis.

·        Manajemen Akses
Proses ini memungkinkan pengguna dengan tingkat yang benar otorisasi untuk mengakses aplikasi atau layanan. Hal ini juga memastikan bahwa mereka tanpa tingkat yang diperlukan otorisasi tidak dapat mengakses aplikasi dan jasa. manajemen akses memungkinkan sebuah organisasi untuk mengontrol akses keaplikasi dan layanan.


 Fungsi Layanan Operasi Antara Lain :

Layanan
Layanan ini melakukan sejumlah proses, dalam insiden tertentu manajemen dan permintaan pemenuhan. Layanan ini terdiri dari sekelompok staf terlatih untuk menghadapi kejadian layanan. Staf meja layanan akan memiliki akses kealat yang diperlukan untuk mengelola peristiwa ini. Layanan harus menjadi titik kontak untuk pengguna TI dalam sebuah organisasi.

·        Manajemen Teknis
Fungsi yang menyediakan sumber daya dan memastikan bahwa pengetahuan teknologi yang relevan terus up to date. Teknis manajemen mencakup semua tim atau daerah yang mendukung pengiriman teknis pengetahuan dan keahlian, seperti jaringan, mainframe, middleware, desktop, server dan database.

·        Aplikasi Manajemen
Aplikasi manajemen ini akan mengelola aplikasi melalui totalitas dari siklus hidup mereka. Ini dimulai dengan ‘ide’ pertama bisnis dan melengkapi saat aplikasi ini diambil dari layanan. Aplikasi manajemen yang terlibat dalam desain, pengujian dan perbaikan berkesinambungan dari aplikasi dan layanan bahwa aplikasi ini mendukung.

·        Manajemen Operasional TI

Manajemen ini bertanggung jawab untuk operasi organisasi yang infrastruktur TI dan aplikasi pada sehari-hari.