KEEP GOING NEVER SURRENDER
Senin, 24 Juni 2019
Work Interview
Diposting oleh
Raychan Aziz
di
15.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 30 Maret 2019
Travelling
Today more people are
travelling than ever before. Why is the case?, What are the benefits of travelling
for traveler?
Answer :
Why is the case?
First, because now the
technology is very like “Into the future”, everything you’ve wanted like transaction,
communication, news, transportation, food, etc. Like when me and my friends
went to Dieng and none of us knew what recreations that available during that
time so we decided to Google it and we found websites to lead us to the places
that we wanted for example, tripadvisor.com, etc. Second, the access to transportation is so easy because the government
ease up the access to all recreation places and a person always offering you to
use their transportations and we can pay them later when we’re done. Third, the price of all recreations is
quite affordable for most people, even some travelling company gives some
discount in certain circumstances, yeah some of place are expensive but why go to
that place when you can go to the affordable one. Four, the social media is
somehow among the reasons why people want to go travel to exotic places like
mountain, lake, river, zoo, and so on. Because
the social media has this concept like “Followers” the more you post about
things that awesome the more Followers you can get and after that you can
become a celeb in that platform, or you can show off your skill of photograph
or story to other people about your experience so that they can go to place that you’ve been before without
searching all information about the place.
What the benefits of
travelling for traveler?
1. Reduces the anxiety of working, studying,
relationship problem(relationshit), toxic people, sort of things that make you
want to get out and inhale some fresh air.
2. We can learn things that we don’t see or
know before, because every place has their own flaws and characteristic to
please travelers.
3. We can go with family, girlfriend/boyfriend,
best friends, friends, ex-girlfriend/ex-boyfriend, friend with benefits, all
types of friend, even with our enemy as well.
4. We can show off to our “Followers’ in
social media like Instagram, Twitter, Snapchat, etc. Because some people want
to make other people jealous.
5. For photograph purposes.
6. Learn a thing or two about the culture
about the place we visits, respect them.
7. Learn about how life works in different
area.
8. Having some good times
Diposting oleh
Raychan Aziz
di
06.55
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Jumat, 19 Oktober 2018
ANALISIS RESIKO
A. PENGERTIAN ANALISIS RESIKO
RISIKO ( RISK)
adalah bentuk keadaan ketidakpastian tentang suatu keadaan yang akan terjadi di
masa depan dengan keputusan yang diambil berdasarkan berbagai pertimbangan pada
saat ini.
Analisis
Risiko adalah suatu metode analisis yang meliputi faktor penilaian,
karakterisasi, komunikasi, manajemen dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko
tersebut.
Manajemen
Risiko adalah usaha yang secara rasional ditujukan untuk mengurangi kemungkinan
terjadinya kerugian dari
risiko yang dihadapi.
risiko yang dihadapi.
B. JENIS – JENIS RESIKO
a. SPECULATIVE RISK
Speculative Risk adalah dua
kemungkinan yaitu kemungkinan yang menguntungkan atau kemungkinan yang
merugikan. Contoh : Judi, Pembelian
saham, pembelian valas.
b. PURE RISK
Pure Risk adalah yang hanya
mengansung satu kemungkinan, yaitu kemungkinan rugi saja. Contoh : Bencana
Alam, Resesi Ekonomi.
C.
JENIS-JENIS RESIKO, TINGKATAN DAN CARA MENANGGULANGI
RESIKO
MENURUT SIFATNYA DIBEDAKAN DALAM:
·
RESIKO
MURNI, yaitu resiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan
terjadinya tanpa disengaja.
·
RESIKO
SPECULATIF, yaitu resiko yng sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan
agar memberikan keuntungan bagi pihak tertantu.
·
RESIKO
FUNDAMENTAL, yaitu resiko yang penyebabnya tidak bisa dilimpahkan kepada
seseorang dan menderita cukup banyak.
·
RESIKO
KHUSUS, yaitu resiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya
mudah diketahui penyebabnya.
·
RESIKO
DINAMIS, yaitu resiko yang timbul karen perkembangan dan kemajuan
masyarakat dibidang ekonomi, ilmu pengetahuan,teknologi.
MENURUT DAPAT
TIDAKNYA RESIKO DIALIHKAN KEPADA PIHAK LAIN(DIASURANSIKAN) :
·
RESIKO
YANG DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK LAIN, dengan mempertanggungkan suatu obyek
yang akan terkena resiko pada perusahaan asuransi.
·
RESIKO
YANG TIDAK DAPAT DIALIHKAN PADA PIHAK LAIN, misal barang-barang purbakala,
barang bersejarah.
MENURUT SUMBER/PENYEBAB TIMBULNYA
:
·
RESIKO
INTERN, yaitu resiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, contoh:keusakan
aktiva karena kesalahan karyawan itu sendiri (kecelakaan kerja)
·
RESIKO
EKSTERN, yaitu resiko yang berasal dari luar perusahaan itu, misal:
pencurian, persaingan bisnis, fluktuasi harga dsb.
D. RESIKO JANGKA PENDEK
Risiko yang bersifat jangka
pendek ( short term risk ) adalah risiko yang disebabkan karena ketidakmampuan suatu
perusahaan memnuhi dan menyelesaikan kewajibannya yang bersifat jangka pendek
terutama kewajiban likuiditas
JENIS-JENIS PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK
1.
PENDANAAN
SPONTAN (SPONTANEOUS FINANCING) adalah jenis pendanaan yang berubah secara
otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan (misal dilihat dari
penjualan perusahaan) atau merupakan jenis pendanaan yang diperoleh dari
operasi normal perusahaan dengan dua sumber pembiayaan meliputi hutang dagang
(account payable) dan kewajiban yang masih harus dibayar (accruals hutang
akibat jasa yang diterima yang pembayarannya belum dilakukan). contoh : utang
dagang (account payable) dan utang akrual (account accruals). account payable
dan accruals merupakan unsecured short-term financing, yaitu sumber pembiayaan
jangka pendek yang diperoleh tanpa menjaminkan aktiva tertentu sebagai agunan.
2.
PENDANAAN
TIDAK SPONTAN (NON SPONTANEOUS FINANCING) adalah jenis pendanaan yang tidak
berubah secara otomatis dengan berubahnya tingkat kegiatan perusahaan. contoh :
utang yang diperoleh dari bank. jenis pendanaan ini memiliki karakter bahwa
untuk memperoleh, menambah maupun mengurangi dana, perusahaan membutuhkan waktu
untuk negoisasi atau perundingan secara formal. beberapa bentuk sumber dana
tidak spontan
E. RESIKO JANGKA PANJANG
Ketidakmampuan perusahaan menyelesaikan
berbagai kewajibannya yang bersifat jangka panjang, seperti kegagalan untuk
menyelesaikan utang perusahaan yang bersifat jangka panjang dan juga kemampuan
untuk menyelesaikan proyek hingga tuntas.
JENIS
RESIKO JANGKA PANJANG
1.
Pinjaman berjangka adalah suatu pinjaman yang
diberikan oleh lembaga keuangan kepada perusahaan yang jatuh temponya lebih dari
satu tahun)
2.
Obligasi Perusahaan ( merupakan instrument
hutang yang menyatakan bahwa perusahaan meminjam uang dari suatu lembaga atau
perorangan dan berjanji akan membayar kembali di masa yang akan datang dengan
atran-aturan yang jelas)
Diposting oleh
Raychan Aziz
di
06.14
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 13 Januari 2018
Tugas Softskill Smart System
Jurnal 1 :
Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus :
Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya)
RESUME
Era globalisasi
seperti saat ini menuntut kita semua untuk berproses lebih cepat, begitu pula
dengan absensi kelas.
Absensi kelas yang
masih menggunakan tanda tangan secara konvensional dinilai kurang efektif untuk
menunjang pembelajaran di institusi selevel Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS). Mahasiswa kerap mengelabuhi presensi dengan cara menitipkan tanda tangan
kepada teman satu kelasnya, presensi yang ada di absen konvesional tersebut
kerap tidak valid.
Fasilitas recording
dan Tracking presensi mahasiswa ini akan diwadahi dalam sebuah web-based
application. Dimana admin dari aplikasi ini adalah Tata Usaha (TU) JSI. Admin
akan secara berkali (sehari sekali) mengupdate database presensi dari database
internal ke dalam website JSI. Sehingga presensi tiap kelas dapat dilihat
online.
Dengan menggunakan
aplikasi presensi fingerprint tersebut akan sangat membantu sistem absensi
kelas di JSI untuk realtime, meningkatkan validitas dan meminimalisir
kecurangan – kecurangan yang kerap terjadi, dan dapat diamati secara online.
Absensi Fingerprints
Absensi berbasis
fingerprints merupakan suatu metode yang sangat efektif untuk memonitoring
tingkat kehadiran di tempat kuliah. Dengan menggunakan absensi berbasis
fingerprints seorang mahasiswa tidak bisa menitip absensi lagi kepada teman
sekelasnya, sangat efektif untuk mengurangi kecurangan absensi yang sering
terjadi di tempat kuliah.
Device yang
digunakan untuk fingerprints scanning adalah VF-30.Sebuah mesin fingerprints
scanner dengan spesifikasi sebagai berikut:
·
BioNano
inti aloritma platrform dengan kinerja dan kehandalan tinggi
·
Versi
algoritma 2010 terbaru dengan kinerja baik pada sidik jari basah dan kering,
indentikasi dari sudut yang berbeda
·
Keypad
backlight putih dengan 10 tombol angka dan 7 tombol fungsi
·
Standart
fingerprint reader, RFID/Mifare/HID card reader
·
Mini
USB, RS485, dan TCP/IP untuk koneksi jaringan
·
Metode
Identifikasi: Sidik jari, Kartu, Password
·
VF30:
standar 1.000 sidik jari dan 32000 records Dengan spesifikasi yang telah
disebutkan di atas maka
device tersebut
akan mampu beroperasi di JSI ITS dengan maksimal.
Web-Based Application
Web-Based
Application adalah aplikasi yang diakses oleh pengguna melalui jaringan seperti
internet atau intranet. Istilah ini juga dapat berarti aplikasi perangkat lunak
komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung seperti JavaScript,
dikombinasikan dengan bahasa browser seperti HTML dan bergantung pada web
browser umum untuk membuat aplikasi dapat dieksekusi.
CodeIgniter adalah
sebuah web application framework yang bersifat open source dan digunakan untuk
membangun aplikasi PHP dinamis. Tujuan utama pengembangan framework tersebut
adalah membantu developer dalam mengerjakan aplikasi secara lebih cepat
dibandingkan menuliskan semua kode program dari awal. CodeIgniter menggunakan
lingkungan pengembangan dengan metode Model View Controller (MVC) yang
membedakan antara logika dan tampilan. Model merepresantiskan struktur data
dari aplikasi yang bisa berupa basis data maupun data lain, misalnya dalam
bentuk file teks atau file xml.
1. View
Merupakan informasi
yang ditampilkan kepada pengguna. Didalam View tidak berisi logika-logika kode
dan pemrosesan data akan tetapi hanyaberisi variabel-variabel data yang siap
ditampilkan.
2. Controller
Controller
merupakan penghubung antara Model dan View. DidalamController ini terdapat
class dan fungsi-fungsi yang memprosespermintaan dari View kedalam struktur
data didalam Model.
ANALISA DAN DESAIN
SISTEM
A. Rancang Umum
Sistem
MONIKUL mengelolah
semua data absensi JSI, dimana semua civitas yang tergabung di dalamnya dapat
melihat dan merekap absensinya. Civitas yang dimaksud adalah user yang tidak
lain adalah Dosen, Mahasiswa, dan Admin. User tersebut memiliki previlage
berbeda tergantung jabatan user tersebut.
B. Proses Penghitungan
Proses penghitungan
absensi dilakukan berdasarkan matakuliah, kelas matakuliah, dan jadwal kuliah
Setiap user yang melakukan absensi fingerprint pada kelas – kelas akan terekam,
namun dengan pengecualian-pengecualian yang dilakukan maka hanya user dengan
matakuliah, kelas matakuliah, ruangan, jadwal, dan dosen yang tepat yang akan
disimpan sebagai hadir. Diluar itu tidak akan ditampilkan karena salah kelas,
matakuliah, jadwal, atau dosen. User yang ketidakhadirannya lebih dari yang
telah sistem tentukan akan keluar pada halaman kehadiran kurang.
C. Usecase
Usecase diagram
pada aplikasi ini memiliki fungsi untuk menjelaskan interaksi antar aktor dan
sistem untuk mencapai tujuan, aktor yang dimaksud dapat berupa user atau
sistem.
Package Usecase
Admin
Admin adalah user
yang mengelolah aplikasi ini, dalam hal ini orang tersebut adalah bagian TU JSI
pengelolah absensi. User ini memiliki prioritas tertinggi sehingga user ini
juga memiliki hak akses untuk semua fitur pada aplikasi ini. Hak akses tersebut
antara lain:
·
Melihat
rekap absensi semua matakuliah
·
Mengubah
profil user Dosen dan Mahasiswa
·
Mengubah
jadwal dosen dan mahasiswa
·
Mengubah
kelas dosen dan mahasiswa
·
Mengubah
matakuliah yang diampu/diambil dosen dan mahasiswa
Isi dari package
usecase tersebut adalah usecase untuk admin.
Package Usecase
Dosen
Dosen adalah middle
user dalam aplikasi ini yang hanya memiliki akses untuk privilege dosen, antara
lain:
·
Melihat
rekap absesnsi untuk matakuliah yang sedang diampu
·
Mengubah
profil dosen
·
Mengubah
matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·
Mengubah
jadwal untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
·
Mengubah
kelas untuk matakuliah yang sedang diampu dosen tersebut
Selain itu dosen
juga memiliki hak untuk meminta admin melakukan hal – hal di atas bila dosen
yang bersangkutan tidak bisa melakukan hal tersebut.
Package Usecase
Mahasiswa
Mahasiswa adalah
middle user dalam aplikasi ini, sama seperti dosen, mahasiswa juga memiliki
limited privilege, antara lain:
·
Mengubah
profil mahasiswa
·
Mengambil/drop
matakuliah yang sedang diambil
·
Melihat
rekap absensi untuk matakuliah yang sedang diambil
Selain itu
mahasiswa juga dapat meminta admin untuk melakukan hal – hal di atas apabila
mahasiswa yang bersangkutan berhalang melakukannya.
D. Robustness Diagram
Robustness diagram
adalah penjabaran dari usecase, yang bertujuan untuk mendetailkan proses dari
tiap usecase. Robustness diagram akan dibuat berdasarkan usecase yang ada.
E. Sequence Diagram
Sequence diagram
adalah step by step dari sistem terhadap sebuah usecase. Dapat disebut sebagai
penjabaran sistem dari usecase. Sequence diagram akan menjelaskan tentang
proses yang terjadi dalam sistem. Pembuatan sequence diagram dijabarkan
berdasarkan usecase yang ada.
F. Class Diagram
Pada bagian ini
akan dijelaskan tentang atribut beserta fungsi dan method yang digunakan dalam
mengembangkan sistem.
IMPLENTASI DAN UJI
COBA
A. Implementasi
Pada tahapan
implementasi dan uji coba ini, dibutuhkan beberapa komponen pendukung seperti
perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras berperan dalam menciptakan
lingkungan operasi dari sistem yang dibangun. Perangkat lunak berperan dalam
menyusun aplikasi tersebut
B. Uji Coba
Setelah melakukan
uji coba fungsional didapatkan rincian apakah fitur-fitur aplikasi telah
berjalan dengan baik.
Jurnal 2 : Identifikasi Iris Opsi Identifikasi Biometrik
RESUME
Identifikasi iris
dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal dan
lebih stabil karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Beberapa
kekurangan metode ini ialah pada pengguna kacamata, lensa kontak, atau
cadar,serta peminum alkohol.
A.
STRUKTUR
HISTOLOGIK IRIS
Iris berfungsi
untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bagian posterior bola mata melalui
pupil. Pada rangsangan cahaya terang, serat saraf parasimpatis merangsang otot
polos sirkular (mconstrictor pupillae)
untuk berkontraksi dan menyempitkan ukuran pupil (konstriksi). Pada cahaya
redup, serat saraf simpatis merangsang otot polos radial (m. dilatator
pupillae) untuk berkontraksi dan memperbesar ukuran pupil (dilatasi). Respons-respons
ini bersifat refleks viseral.
B.
IDENTIFIKASI
BIOMETRIK
Identifikasi
biometrik adalah metode pengukuran objektif atas karakteristik fisik tertentu
dari seseorang. Data biometrik dari sekelompok orang bila disimpan dalam sebuah
bank data, dapat digunakan untuk verifikasi identitas orang dalam kelompok
tersebut. Metode identifikasi biometrik yang telah banyak digunakan yaitu sidik
jari, pengenalan wajah dan identifikasi iris. Negara tertentu seperti Amerika
serikat, RRC, India, dan Indonesia, telah menerapkan penggunaan identifikasi
biometrik dalam pembuatan identitas resmi warga negara maupun wisatawan yang
akan masuk ke negaranya.
Mekanisme
penggunaan sistem biometrik dapat digambarkan dengan beberapa fase, yaitu :
Fase Pertama yaitu
fase pemasukan data (enrollment). Pada fase ini masukan akan di pindai oleh
sensor biometrik, yang mengambil data digital karakteristik anggota tubuh
seseorang.
Fase selanjutnya
adalah fase pencocokan; dalam fase ini sekelompok data pembanding yang telah
dimasukkan sebelumnya akan dicocokkan dengan identifikasi data yang dimasukkan
pada fase pertama.
Pada pencatatan
data digital dimungkinkan adanya reduksi, sehingga dihasilkan data digital yang
bebas dari data yang menyebabkan kesalahan identifikasi. Hasil ini akan diproses
dengan ekstraktor ciri untuk menghasilkan suatu representasi individual yang
ekspresif dalam bentuk template, yang dapat disimpan dalam database di sistem
biometrik atau dapat direkam pada berbagai media seperti kartu magnetik, chip,
atau media penyimpan lain sesuai maksud penggunaannya. Pada fase pengenalan,
bagian tubuh individu dibaca oleh pembaca biometrik dan dikonversi dalam bentuk
digital, untuk diproses sebagai template. Selanjutnya, template ini dicocokkan
dengan identifikasi individu yang disim-pan dalam database, kartu magnetik,
chip, atau media penyimpan lain.
C.
IDENTIFIKASI
IRIS
Identifikasi iris
(iris recognition) adalah metode identifikasi biometrik yang menggunakan
pengenalan pola matematis data video dari iris mata seseorang.
Identifikasi iris
dimulai dengan melokalisasi batas luar dan dalam dari iris (pupil and limbus)
pada data gambar sebuah mata. Selanjutnya, program algoritma mendeteksi dan
melakukan eksklusi kelopak mata, bulu mata, dan refleksi spektrum cahaya. Data
gambar mata yang sekarang hanya berisi data gambar iris dinormalisasi untuk
mengompensasi dilatasi atau konstriksi pupil, kemudian dianalisis dengan
mengambil data berupa informasi pola iris untuk dapat dibandigkan dengan pola
pembanding. Pada algoritma Daugman, sebagian besar informasi amplitudo
dihilangkan; hal ini dimaksudkan agar pola iris tidak dipengaruhi oleh
perubahan pada pencahayaan atau kontras kamera.
Identifikasi atau
verifikasi identitas seseorang dilakukan dengan mencocokkan pola iris yang
diperoleh dengan data pola iris yang sebelumnya telah dimasukkan ke dalam
database. Data yang diperoleh dianalisis dengan komputer menggunakan metode
bayesian untuk meningkatkan akurasinya.
1 Kelebihan
identifikasi iris
Metode identifikasi
iris dianggap merupakan salah satu metode identifikasi biometrik yang ideal
karena iris adalah organ internal yang terproteksi oleh kornea. Berbeda dengan
sidik jari yang akan sulit dicocokkan bila kulit jari mengalami kerusakan, iris
umumnya stabil dan datar. Konfigurasi geometrik iris dikontrol oleh otot
sfingter pupil dan dilator pupil. Sedikitnya otot yang mampu menimbulkan
perubahan menyebabkan iris lebih stabil dibanding metode identifikasi biometrik
lain seperti metode pengenalan wajah.
Metode identifikasi
iris mengambil data gambar iris dari jarak 10 cm hingga beberapa meter,
tergantung ketelitian alat pengambil gambar. Cara ini mengurangi kontak dan
penularan penyakit akibat penggunaan alat, atau terjadinya penolakan pada
budaya tertentu akibat terjadinya kontak langsung atau jarak individu yang
diperiksa amat dekat dengan pemeriksa. Walau beberapa prosedur operasi dapat
merubah warna dan bentuk keseluruhan iris, namun pola halus pada iris tetap
stabil hingga beberapa dekade.
2 Kekurangan
identifikasi iris
Kebanyakan
teknologi biometrik mengalami kesulitan membedakan apakah data biometrik yang
diperolehnya berasal dari jaringan hidup. Identifikasi biometrik baru dianggap
terpercaya bila dapat dibuktikan bahwa data yang diperoleh merupakan data yang
berasal dari bagian tubuh yang hidup, dan bukan dari cetakan atau gambar yang
sengaja dibuat.
Pada identifikasi
iris kekurangan di atas dapat diatasi dengan melakukan analisis spektrum warna
untuk membedakan apakah data berasal dari jaringan iris atau bahan lain.
Beberapa alat dibuat dengan menggunakan penyaring berupa pergerakan bola mata
untuk menghindarkan digunakannya gambar mata untuk menggantikan mata orang yang
akan diidentifikasi.
Identifikasi iris
dapat mengalami kesalahan atau menurun ketepatannya, khususnya pada keadaan
sebagai berikut, yaitu: penggunaan kacamata yang memantulkan cahaya atau
menghalangi pengambilan gambar bola mata; lensa kontak untuk kepentingan
kosmetik atau yang berpola; dan penggunaan cadar atau penutup wajah yang
menutupi daerah mata. Oleh karena itu, sebelum identifikasi iris penggunaan hal
tersebut di atas harus dipastikan untuk dilepas sementara waktu.
Jurnal 3 : Sistem Pengenalan Wajah (Face Recognation) Menggunakan Metode Hidden
Markov Model (HMM)
RESUME
Aplikasi pengenalan
wajah pada citra digital dengan metode Hidden Markov Models dengan menggunakan
database Pain Ekspression Subset sebagai input data untuk diolah oleh program
face recognition, dikarenakan mampu memodelkan data 2 dimensi seperti citra
dengan biak, serta mendapatkan hasil yang lebih teliti.
Hidden Markov model
merupakan pemodelan probabilitas suatu sistem dengan mencari
parameter-parametermarkov yang tidak diketahui untuk memperoleh analisis sistem
tersebut. Metode Hidden Markov Model (HMM) mampu menangani perubahan statistik dari
gambar, dengan memodelkan eleman- eleman menggunakan probabilitas. Salah satu
aplikasinya adalah pada image processing, HMM memiliki tiga parameter utama
yang harus dicari nilainya terlebih dahulu.
Wajah diproses
dengan cara scan secara vertical dari atas ke bawah. Prinsip kerja sistem
secara keseluruhan adalah pengenalan beberapagambar wajah yang unik dengan
berbagai
Ekspresi yang
berfungsi sebagai input dengan gambar wajah yang di simpan dalam database
dengan metode training Hidden Markov Model (HMM).
Sistem pengenalan
wajah (face recognition) membandingkan percobaan
Pengenalan sesuai
dengan codebook (32, 64,128, 256) dan iterasi (5, 10) dan di dapat hasil
sebagai berikut :


Dengan perbandingan
akurasi metode lain

Kesimpulan
Ø Perbandingan
Dari
ketiga jurnal diatas dapat diketahui bahwa ketiga jurnal memiliki pembahasan
yang memiliki kesamaan dalam cara, kegunaan dll, yaitu mengidentifikasi
identitas seseorang menggunakan Biometrik (sidik jari, mata(iris scanner),
wajah) seseorang. Karena setiap orang pasti memiliki perbedaan pada biometriknya
maka dari itu biometrik ini dapat juga di gunakan dalam mengidentifikasi
identitas, pengamanan data, dll. Pembacaan biometrik ini sangat presisi maka
dari itu sangat sulit untuk di tembus keamaannya dan cara menggunakan nya juga
cepat.
Disini
saya menekankan pada penggunaan pengamanan data, dimana sekarang dapat mudah
ditemukan yaitu contoh nya smartphone jaman sekarang yang sudah menggunakan
‘fingerprint(scan sidik jari)’,’iris scanner(scan mata)’,bahkan ‘face
recognation’(scan wajah). Dalam ketiga metode pengamanan data, semua metode
memiliki pertahanan dalam pembobolan data yang sulit di bobol oleh hacker
karena penduplikasian sangat sulit dilalukan. Karena itu pengamanan menggunakan
biometrik ini sangat populer karena ketahanannya dalam pembobolan data.
Jaman
sekarang metode ini juga digunakan untuk absensi dalam sebuah kantor, kampus
atau sekolah karena kepresisisan dan kecepatan dalam mengidentifikasi identitas
seseorang. Sehingga kita tidak perlu lagi menandatangan di kertas yang sangat
membuang waktu dan tenaga.
Dari
ketiga metode pembaca biometrik diatas menurut kami metode yang paling baik
adalah Fingerprint karena :
-
Alatnya
paling murah.
-
Pengelolaan
data lebih mudah.
-
Cepat
kemampuan membaca datanya .
-
Sudah
banyak orang yang familiar dengan fingerprint.
Namun tentunya memiliki kelemahan yaitu :
-
Mudah
diduplikasi.
-
Tidak
bisa diubah data sidik jari anda jika sudah diretas maka hacker dapat
menggunakannya kapan saja.
-
Sensor
tidak mengeli jika jadi anda basah, luka.
Ø Metode yang paling banyak digunakan
Dari ketiga
metode pembaca biometri yang paling banyak digunakan tentu saja Fingerprint, alasannya sama
seperti yang kami bahas di perbandingan yaitu :
-
Alatnya
paling murah.
-
Pengelolaan
data lebih mudah.
-
Cepat
kemampuan membaca datanya .
-
Sudah
banyak orang yang familiar dengan fingerprint.
Daftar pustaka
Muhammad, Noval Aditya. dkk. 2013. Pembuatan
Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem
Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya). Surabaya: Institut
Teknologi Sepuluh Nopember.
Kristianto, Erwin G. dkk. Identifikasi Iris Opsi Identifikasi
Biometri. Menado: Universitas Sam Ratulangi.
Sudiana, Dodi. dkk. Sistem Pengenalan Wajah (Face
Recognation) Menggunakan Metode Hidden Markov Mode (HMM). Depok: Universitas
Indonesia.
Diposting oleh
Raychan Aziz
di
00.17
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 25 November 2017
Lampu Pintar untuk Penerangan Jalan Ibu Kota
Lampu Pintar untuk Penerangan Jalan Ibu Kota
Video diatas adalah salah satu contoh dari sekian banyak penggunaan Smart System dalam kehidupan saat ini, yaitu JSC (Jakarta Smart City) Smart System PJU, dimana system ini adalah untuk mengontrol seluruh lampu jalan pintar yang ada di Jakarta melalui suatu satu server dan dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone. Dari mulai menyalahkan lampu ketika hari mulai gelap, mematikan nya ketika matahari sudah mulai terang hingga mengatur tingkat kecerahan lampunya. Tidak hanya sampai disitu, lampu ini bahkan dibekali kemampuan mandiri untuk menyalah dan mematikan dirinya sendiri.
Lampu jalan ini berbasiskan lampu LED. LED smart system dipilih sebagai pengganti lampu-lampu penerangan jalan yang lama karena selain memiliki penerangan lebih baik, biaya operasionalnya juga murah. Jenis lampu ini lebih hemat energi dan diklaim tahan selama 50 ribu jam atau 12 tahun. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, LED ini dilengkapi sistem communication gateway yang terkoneksi dengan aplikasi smartphone untuk memonitor kondisi lampu secara real time. Lampu yang bermasalah dapat segera terdeteksi, sehingga mempercepat penanganan oleh petugas.
Jenis lampu ini akan menggantikan semua lampu jalan di Jakarta. Tidak hanya jalan-jalan utama, jalan penghubung atau lingkungan, tetapi jalan di gang dan lorong permukiman warga juga akan diterangi oleh LED smart system ini. Penggunaan lampu disesuaikan dengan kondisi jalan, misalnya untuk jalan utama menggunakan LED dengan daya listrik 200 watt, 120 watt untuk jalan penghubung, jalan lingkungan 90 watt dan 40 watt untuk di gang. Tempat yang belum akan difasilitasi dengan LED smart system adalah lokasi pembangunan proyek seperti MRT. Pemasangan lampu akan dilakukan jika proyek selesai.
Video diatas adalah salah satu contoh dari sekian banyak penggunaan Smart System dalam kehidupan saat ini, yaitu JSC (Jakarta Smart City) Smart System PJU, dimana system ini adalah untuk mengontrol seluruh lampu jalan pintar yang ada di Jakarta melalui suatu satu server dan dapat dikontrol dan dimonitor melalui aplikasi smartphone. Dari mulai menyalahkan lampu ketika hari mulai gelap, mematikan nya ketika matahari sudah mulai terang hingga mengatur tingkat kecerahan lampunya. Tidak hanya sampai disitu, lampu ini bahkan dibekali kemampuan mandiri untuk menyalah dan mematikan dirinya sendiri.
Lampu jalan ini berbasiskan lampu LED. LED smart system dipilih sebagai pengganti lampu-lampu penerangan jalan yang lama karena selain memiliki penerangan lebih baik, biaya operasionalnya juga murah. Jenis lampu ini lebih hemat energi dan diklaim tahan selama 50 ribu jam atau 12 tahun. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, LED ini dilengkapi sistem communication gateway yang terkoneksi dengan aplikasi smartphone untuk memonitor kondisi lampu secara real time. Lampu yang bermasalah dapat segera terdeteksi, sehingga mempercepat penanganan oleh petugas.
Jenis lampu ini akan menggantikan semua lampu jalan di Jakarta. Tidak hanya jalan-jalan utama, jalan penghubung atau lingkungan, tetapi jalan di gang dan lorong permukiman warga juga akan diterangi oleh LED smart system ini. Penggunaan lampu disesuaikan dengan kondisi jalan, misalnya untuk jalan utama menggunakan LED dengan daya listrik 200 watt, 120 watt untuk jalan penghubung, jalan lingkungan 90 watt dan 40 watt untuk di gang. Tempat yang belum akan difasilitasi dengan LED smart system adalah lokasi pembangunan proyek seperti MRT. Pemasangan lampu akan dilakukan jika proyek selesai.
Diposting oleh
Raychan Aziz
di
03.53
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Selasa, 18 April 2017
BAB 5 Layanan Operasi
LAYANAN OPERASI
PENGANTAR
Operasi pelayanan adalah fase siklus hidup manajemen layanan
IT yang bertanggung jawab untuk ‘bisnis seperti biasa’ kegiatan. Jika layanan
tidak dimanfaatkan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, mereka
tidak akan memberikan nilai penuh mereka, terlepas dari seberapa baik dirancang
mereka mungkin. Hal ini operasi layanan yang bertanggung jawab untuk
memanfaatkan proses untuk memberikan layanan kepada pengguna dan pelanggan.
Operasi layanan di mana nilai yang telah dimodelkan dalam
strategi pelayanan dan dikonfirmasi melalui desain layanan dan layanan transisi
sebenarnya disampaikan. Tanpa menjalankan layanan operasi seperti yang
memanfaatkan proses yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan manajemen
layanan. Produksi metrik bermakna dengan operasi layanan akan membentuk dasar
dan titik awal untuk kegiatan peningkatan pelayanan.
MAKSUD DAN TUJUAN
Tujuan dari operasi layanan untuk mengatur dan melakukan
kegiatan dan proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna
bisnis pada tingkat yang disepakati layanan.Selain itu, operasi layanan
bertanggung jawab untuk manajemen berkelanjutan dariteknologi (infrastruktur
dan aplikasi) yang digunakan untuk menyampaikan dan dukungan layanan.
Operasi layanan adalah tindakan keseimbangan. Ini bukan
hanya soal melaksanakan proses pada sehari-hari. Ada dinamis ‘debat’ yang
terjadi pada empat tingkat. Ini dikenal sebagai ‘empat saldo operasi layanan’:
1. Pandangan IT
Internal Lawan Pandangan Bisnis Eksternal
Bisnis eksternal pandangan IT akan berhubungan dengan
layanan yang diberikan kepada pengguna dan pelanggan sementara,internal di
dalam IT, layanan tersebut akan dipandang sebagai sejumlah komponen.
Jika sebuah organisasi terlalu terfokus pada eksternal, ada
risiko bahwa perjanjian akan dibuat dengan bisnis yang tidak dapat benar-benar
disampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian
konstituen internal yang perlu beroperasi. Sebaliknya, sebuah organisasi yang
difokuskan pada internal cenderung berjuang untuk memahami dan memberikan
kebutuhan bisnis.
2. Stabilitas
Terhadap Daya Tanggap
Perubahan sering penyebab insiden dan hilangnya
ketersediaan, sehingga mungkin tergoda untuk membatasi jumlah perubahan dalam
rangka untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu
diperlukan untuk menjaga layanan up to date dan untuk mengadopsi untuk
berkembang bisnis kebutuhan. Keseimbangan adalah antara bisa cepat merespon
perubahan dan berfokus pada stabilitas infrastruktur.
3. Kualitas
Layanan Versus Biaya Pelayanan
Akan selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan
TI sekaligus mengontrol biaya. Tekanan anggaran yang intens dapat menyebabkan
menurunnya tingkat layanan dengan lebih kegagalan dan kurang dukungan. Di sisi
lain, organisasi tidak seimbang di ‘sisi lain’ mungkin membayar terlalu banyak
untuk layanan mereka. Kuncinya adalah memiliki dialog yang bermakna atas biaya
memastikan bahwa bisnis sepenuhnya mengerti apa yang akan dan tidak mendapatkan
untuk jumlah uang tertentudan apa yang akan Anda dapatkan jika itu menghabiskan
sedikit kurang atau sedikit lebih.
4. Reaktif
Terhadap Proaktif
Sebuah organisasi sangat proaktif akan selalu menjadi
memprediksi mana hal-hal yang bisa salah dan mengambil tindakan untuk
mengurangi atau mencegah situasi. Diambil yang ekstrim, organisasi tersebut
dapat lebih memantau dan menerapkan perubahan yang tidak perlu. Sebaliknya,
organisasi yang murnireaktif menghabiskan sebagian besar waktu mereka ‘pemadam
kebakaran’ dan berurusan dengan situasi seperti mereka muncul, dan mereka perlu
bergerak lebih ke ‘api pencegahan’ pendekatan memprediksi dan menghindari
insiden dan masalah.
NILAI LAYANAN OPERASI
Masing-masing tahapan siklus hidup layanan ITIL menambah dan
memberikan nilai kepada bisnis. operasi layanan ini dilakukan dengan
melaksanakan proses dan menjalankan jasa sebagaimana dimaksud oleh strategi
pelayanan, desain layanan dan layanan transisi tahapan siklus hidup. Operasi
layanan adalah wajah yang terlihat organisasi TI dan ‘terdekat’ kepada pengguna
dan pelanggan. Pengiriman yang efektif dan efisien layanan adalah apa yang diharapkan
dari operasi layanan.
KEGIATAN KUNCI DAN FUNGSI
Proses yang dilakukan oleh operasi layanan adalah:
· Manajemen
Acara
Proses yang bertanggung jawab untuk pemantauan semua
peristiwa di seluruh infrastruktur TI dan aplikasi untuk memastikan yang normal
operasi.
· Manajemen
Insiden
Proses untuk menangani semua insiden. Mungkin insiden di
mana layanan sedang terganggu atau di mana layanan belum terganggu.
· Permintaan
Pemenuhan
Proses yang melakukan permintaan layanan dari pengguna.
Permintaan pemenuhan mencakup permintaan perubahan standar, permintaan
informasi dan keluhan.
· Masalah
Manajemen
Proses ini bertanggung jawab untuk pengelolaan semua masalah
dalam infrastruktur TI. Proses ini meliputi analisis akar penyebab dan resolusi
masalah. Sisa-sisa masalah manajemen bertanggung jawab sampai resolusi
dilaksanakan melalui proses manajemen perubahan dan manajemen rilis.
· Manajemen
Akses
Proses ini memungkinkan pengguna dengan tingkat yang benar
otorisasi untuk mengakses aplikasi atau layanan. Hal ini juga memastikan bahwa
mereka tanpa tingkat yang diperlukan otorisasi tidak dapat mengakses aplikasi
dan jasa. manajemen akses memungkinkan sebuah organisasi untuk mengontrol akses
keaplikasi dan layanan.
Fungsi Layanan
Operasi Antara Lain :
Layanan
Layanan ini melakukan sejumlah proses, dalam insiden
tertentu manajemen dan permintaan pemenuhan. Layanan ini terdiri dari
sekelompok staf terlatih untuk menghadapi kejadian layanan. Staf meja layanan
akan memiliki akses kealat yang diperlukan untuk mengelola peristiwa ini.
Layanan harus menjadi titik kontak untuk pengguna TI dalam sebuah organisasi.
· Manajemen
Teknis
Fungsi yang menyediakan sumber daya dan memastikan bahwa
pengetahuan teknologi yang relevan terus up to date. Teknis manajemen mencakup
semua tim atau daerah yang mendukung pengiriman teknis pengetahuan dan
keahlian, seperti jaringan, mainframe, middleware, desktop, server dan
database.
· Aplikasi
Manajemen
Aplikasi manajemen ini akan mengelola aplikasi melalui
totalitas dari siklus hidup mereka. Ini dimulai dengan ‘ide’ pertama bisnis dan
melengkapi saat aplikasi ini diambil dari layanan. Aplikasi manajemen yang terlibat
dalam desain, pengujian dan perbaikan berkesinambungan dari aplikasi dan
layanan bahwa aplikasi ini mendukung.
· Manajemen
Operasional TI
Manajemen ini bertanggung jawab untuk operasi organisasi
yang infrastruktur TI dan aplikasi pada sehari-hari.
Diposting oleh
Raychan Aziz
di
04.41
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Popular Posts
-
Menu Editor Adalah menu editor digunakan untuk membuat menu pada aplikasi,pada menu editor terdapat beberapa kotak isian maupun kotak pili...
-
Perkembangan Software Dan Hardware A. Sejarah hard were dan soft were Dibedakan dalam 2 periode perkembangan (periode sebe...
-
Jurnal 1 : Pembuatan Aplikasi Presensi Perkuliahan Berbasis Fingerprint (Studi Kasus : Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh ...
-
LAYANAN OPERASI PENGANTAR Operasi pelayanan adalah fase siklus hidup manajemen layanan IT yang bertanggung jawab untuk ‘bisnis sepe...
Blog Archive
!-end>!-my>
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
